Senin, 21 Januari 2013

Teka Teki Einstein

Cobalah untuk menjawab.
Teka-teki ini tidak mengandung trik, hanya murni logika.

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaaan yang berbeda-beda.
Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.
Tak satupun dari kelima orang itu yang minum minuman yang sama, merokok satu merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

PERTANYAAN : Siapakah Yang memelihara IKAN?

PETUNJUK:

Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah

Orang Swedia memelihara anjing

Orang Denmark senang minum teh

Rumah berwarna putih terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna coklat

Penghuni rumah berwarna putih senang minum kopi

Orang yang merokok PallMall memelihara burung

Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu

Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill

Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama

Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing

Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill

Orang yang merokok Winfield senang minum bir

Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia

Orang Jerman merokok Rothmans

Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad lalu.Dia menyatakan, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
Apakah anda termasuk yang 2%?
AWAL SEBUAH KEBERHASILAN
    Di suatu wilayah yang terpencil terdapat satu desa tempat tinggal suku yang hampir tidak pernah tersentuh dengan kehidupan dari luar. Para penduduk desa tersebut masih menggunakan tradisi – tradisi kuno dalam menjalankan kegiatan sehari hari mereka. Desa ini tidak mengenal istilah uang dan para penduduknya pun tak pernah mendapat pendidikan.
   Semuanya berubah ketika Thamrin, seorang guru muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya melamar ke beberapa sekolah yang ada di kota. Namun tak satu sekolah pun yang menerimanya, hingga akhirnya ia mendengar kabar suku yang belum pernah mendapat pendidikan itu. Dengan bermodalkan tekad dan sedikit uang, Ia memutuskan untuk berangkat ke desa tempat suku tersebut tinggal.
   Dengan penuh perjuangan, akhirnya thamrin sampai di desa tempat suku itu menetap. Namun betapa terkejutnya ia kalau ternyata uang yang ia bawa tidak berguna sama sekali. Beruntung penduduk  desa itu cukup baik dan mau memberi Thamrin tempat tinggal. Tepat di samping desa itu terdapat sebuah danau yang sangat indah dan  airnya sangat jernih hingga ikan yang berenang di dalam dapat terlihat dari permukaan. Di tempat ia tinggal, Thamrin mulai mengajar anak – anak para penduduk desa tersebut.
   Thamrin mulai menyadari bahwa anak – anak di desa tersebut mempunyai kercerdasan dan potensi yang luar biasa, sehingga ia semakin bersemangat dalam mengajar. Dengan kemampuan yang Thamrin miliki beserta dedikasi yang tinggi, ia memutuskan untuk menetap di desa itu.
   Beberapa tahun kemudian anak anak di desa itu sudah bisa membaca dan menulis, bahkan menguasai ilmu – ilmu yang diajarkan oleh thamrin. Hingga Thamrin memutuskan mengikutkan beberapa anak untuk mengikuti lomba cerdas cermat yang di selenggarakan oleh pemerintah sekaligus menunjukkan potensi yang ada di desa itu, baik keindahan alam maupun potensi manusianya.
   Singkat cerita, anak – anak yang diikutsertakan dalam lomba berhasil mendapat juara ketiga tingkat nasional. Tentu hal ini membuat pemerintah tercengang atas apa yang mereka lihat. Anak – anak dari desa yang tidak pernah  diperhatikan berhasil membuktikan bahwa mereka mampu sejajar dengan anak – anak dari kota yang mempunyai kehidupan yang jauh lebih makmur.
    Beberapa bulan setelah itu, pemerintah memutuskan membuat jalan penghubung antara desa itu dengan kota terdekat. Sekolah resmi pun dibangun oleh pemerintah di desa tersebut. Beberapa tahun kemudian danau di pinggir desa itu sudah menjadi obyek pariwisata yang terkenal hingga ke luar negeri. Turis luar yang berkunjung ke danau itu bisa menyewa tour guide yang tentunya warga asli desa itu.
   Tetapi semua itu tidak akan pernah bisa terjadi jika tidak ada seseorang seperti Thamrin yang mau memulai sesuatu yang berguna bagi banyak orang meski tidak tahu resiko yang akan dihadapi.
 
sumber :  http://resiajimada.blogspot.com/