Senin, 21 Januari 2013

AWAL SEBUAH KEBERHASILAN
    Di suatu wilayah yang terpencil terdapat satu desa tempat tinggal suku yang hampir tidak pernah tersentuh dengan kehidupan dari luar. Para penduduk desa tersebut masih menggunakan tradisi – tradisi kuno dalam menjalankan kegiatan sehari hari mereka. Desa ini tidak mengenal istilah uang dan para penduduknya pun tak pernah mendapat pendidikan.
   Semuanya berubah ketika Thamrin, seorang guru muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya melamar ke beberapa sekolah yang ada di kota. Namun tak satu sekolah pun yang menerimanya, hingga akhirnya ia mendengar kabar suku yang belum pernah mendapat pendidikan itu. Dengan bermodalkan tekad dan sedikit uang, Ia memutuskan untuk berangkat ke desa tempat suku tersebut tinggal.
   Dengan penuh perjuangan, akhirnya thamrin sampai di desa tempat suku itu menetap. Namun betapa terkejutnya ia kalau ternyata uang yang ia bawa tidak berguna sama sekali. Beruntung penduduk  desa itu cukup baik dan mau memberi Thamrin tempat tinggal. Tepat di samping desa itu terdapat sebuah danau yang sangat indah dan  airnya sangat jernih hingga ikan yang berenang di dalam dapat terlihat dari permukaan. Di tempat ia tinggal, Thamrin mulai mengajar anak – anak para penduduk desa tersebut.
   Thamrin mulai menyadari bahwa anak – anak di desa tersebut mempunyai kercerdasan dan potensi yang luar biasa, sehingga ia semakin bersemangat dalam mengajar. Dengan kemampuan yang Thamrin miliki beserta dedikasi yang tinggi, ia memutuskan untuk menetap di desa itu.
   Beberapa tahun kemudian anak anak di desa itu sudah bisa membaca dan menulis, bahkan menguasai ilmu – ilmu yang diajarkan oleh thamrin. Hingga Thamrin memutuskan mengikutkan beberapa anak untuk mengikuti lomba cerdas cermat yang di selenggarakan oleh pemerintah sekaligus menunjukkan potensi yang ada di desa itu, baik keindahan alam maupun potensi manusianya.
   Singkat cerita, anak – anak yang diikutsertakan dalam lomba berhasil mendapat juara ketiga tingkat nasional. Tentu hal ini membuat pemerintah tercengang atas apa yang mereka lihat. Anak – anak dari desa yang tidak pernah  diperhatikan berhasil membuktikan bahwa mereka mampu sejajar dengan anak – anak dari kota yang mempunyai kehidupan yang jauh lebih makmur.
    Beberapa bulan setelah itu, pemerintah memutuskan membuat jalan penghubung antara desa itu dengan kota terdekat. Sekolah resmi pun dibangun oleh pemerintah di desa tersebut. Beberapa tahun kemudian danau di pinggir desa itu sudah menjadi obyek pariwisata yang terkenal hingga ke luar negeri. Turis luar yang berkunjung ke danau itu bisa menyewa tour guide yang tentunya warga asli desa itu.
   Tetapi semua itu tidak akan pernah bisa terjadi jika tidak ada seseorang seperti Thamrin yang mau memulai sesuatu yang berguna bagi banyak orang meski tidak tahu resiko yang akan dihadapi.
 
sumber :  http://resiajimada.blogspot.com/

2 komentar: